« Home | Indonesia » | ABOUT CYTOMEGALO VIRUS (CMV),Toxoplasmosis &Rubell... »

Hepatitis


HEPATITIS

Dear All,
Hepatitis merupakan suatu proses peradangan pada jaringan hati. Hepatitis
dalam bahasa awam sering juga disebut dengan istilah lever atau sakit kuning.
Padahal definisi lever itu sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Belanda yang
berarti organ hati, bukan penyakit hati. Namun asumsi yang berkembang dalam
masyarakat mendefinisikan lever adalah penyakit radang hati. Sedangkan istilah
sakit kuning sebenarnya dapat menimbulkan kerancuan, karena tidak semua sakit
kuning disebabkan oleh radang hati, tetapi dapat juga karena ada peradangan
pada kantung empedu.
Peradangan hati dapat disebabkan oleh infeksi berbagai mikroorganisme
seperti virus, bakteri, dan protozoa. Namun pada umumnya disebabkan oleh
virus (hepatitis virus). Radang hati juga dapat terjadi akibat bahan-bahan
kimia yang meracuni hati, obat-obatan, dan alkohol, yang disebut juga dengan
hepatitis non-virus. Hepatitis akibat obat-obatan hanya menyerang orang yang
sensitif
Pada umumnya hepatitis virus akut mempunyai gejala-gejala sebagai berikut:
- Tingkat awal merasa cepat lelah, tidak napsu makan, sakit kepala,
pegal-pegal di seluruh badan, lemah, mual, dan kadang disertai muntah, dan
selanjutnya demam.
- Fase kuning (ikterik) : ditandai dengan urin berwarna kuning kehitaman
seperti air teh dan feses berwarna hitam kemerahan. Bagian putih dari bola
mata, langit-langit mulut dan kulit menjadi berwarna kekuning-kuningan. Fase
ini berlangsung kurang lebih selama 2-3 minggu;
- Fase penyembuhan : ditandai dengan berkurangnya gejala dan warna kuning
menghilang. Umumnya penyembuhan sempurna memerlukan waktu sekitar 6 bulan .
Tidak semua penderita hepatitis menunjukan gejala seperti di atas, ada
juga yang tidak menunjukan warna kuning. Selain melihat gejala klinis
diperlukan juga pemeriksaan laboratorium seperti SGOT, SGPT, bilirubin, dan
asam empedu.
Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus menyebabkan sel-sel hati
mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pada
umumnya, sel-sel hati dapat tumbuh kembali dengan sisa sedikit kerusakan,
tetapi penyembuhannya memerlukan waktu berbulan-bulan dengan diet dan
istirahat yang baik. Hepatitis virus dibagi menjadi 5 berdasarkan jenis virus
penyebabnya, yaitu : virus hepatitis A (VHA), B (VHB), C (VHC), D (VHD), dan E
(VHE). Hepatitis virus dapat menjadi kronis dan bisa berlanjut menjadi sirosis
hati dan kanker hati.
1. Hepatitis A
Hepatitis A lebih banyak diderita oleh anak-anak dan orang muda.
Disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A, pada umumnya menular melalui
makanan/minuman yang terkontaminasi oleh feses penderita, bisa juga melalui
konsumsi kerang yang terkontaminasi virus. Penyakit ini jarang menjadi kronis.
Gejala yang timbul ringan dan tidak selalu timbul fase kuning/ikterik. Langkah
pencegahannya, yaitu :
- cuci tangan setelah dari toilet, sebelum makan dan sebelum menyiapkan
makanan;
- disarankan tidak makan dengan menggunakan alat-alat makan secara -
bergantian atau memakai sikat gigi bersama-sama;
- memperhatikan kebersihan lingkungan dan sanitasi ;
- Imunisasi
2. Hepatitis B
Hepatitis B merupakan bentuk hepatitis yang lebih serius dibandingkan
dengan jenis hepatitis lainnya. Penularannya melalui transfusi darah,
penggunaan jarum suntik yang tidak steril, alat tato, hubungan seksual, air
liur, feses, juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayi yang baru
dilahirkannya. Hepatitis virus yang akut dapat sembuh dengan sendirinya, namun
sejumlah besar penderita hepatitis B akan menjadi kronis. Semakin muda usis
terinfeksi virus hepatitis B semakin besar kemungkinan menjadi kronis.
Hepatitis kronis akan meningkatkan risiko terjadinya sirosis dan hepatoma
(kanker hati) di kemudian hari. Upaya pencegahan terhadap hepatitis B, antara
lain yaitu :
Imunisasi hepatitis B
- hindarkan pemakaian jarum suntik bekas, dan peralatan tato yang tidak
steril.
- Hindarkan pemakaian bersama sikat gigi, pisau cukur dan alat lainnya
yang dapat menimbulkan luka.
- Penderita hepatitis B dilarang minum alkohol untuk mencegah rangsangan
selanjutnya pada hati.
3. Hepatitis C
Pada hepatitis C sebagian besar penderitanya berlanjut menjadi hepatitis
kronis. Seperti halnya hepatitis B kronis, hepatitis C yang kronis juga akan
berkembang menjadi sirosis hati dan dapat berpotensi menjadi hepatoma.
Sebagian besar penderita hepatitis C tidak menunjukan gejala. Seperti halnya
hepatitis B, penularan hepatitis C umumnya terjadi melalui transfusi darah,
selain itu mungkin juga melalui hubungan seksual, penggunaan sikat gigi secara
bersamaan, dan dari ibu pengidap hepatitis C kepada bayinya
4. Hepatitis D
Virus hepatitis D hanya dapat ditemukan pada penderita hepatitis B, karena
untuk hidupnya memerlukan virus pembantu yaitu virus hepatitis B. Upaya
pencegahan terhadap hepatitis B secara tidak langsung juga mencegah hepatitis
D.
5. Hepatitis E
Tipe penularannya sama dengan virus hepatitis A yaitu melalui makanan dan
minuman yang terkontaminasi oleh feses. Infeksi virus hepatitis E terutama
terjadi di daerah yang tingkat kesehatan dan sanitasinya buruk, dan lebih
banyak diderita oleh anak-anak dan wanita hamil.


IndoBanner Exchanges
href="http://www.6thorigin.com/index.php?ref=3476654">